Belajar tak selalu harus di dalam kelas. Di hari kedua kegiatan Sekolah Alam Darurat (SADAR) Lintang Bawah pada 25 Februari 2026, anak-anak diajak menjadikan alam sebagai ruang belajar yang hidup dan menyenangkan.
Melalui konsep Belajar Bersama Alam, kegiatan ini dirancang agar anak merasa lebih santai, berani, dan kembali menikmati proses belajar tanpa tekanan. Dengan permainan gerak bertema alam, eksplorasi lingkungan sekitar, hingga aktivitas menghitung dari daun dan batu, anak-anak belajar matematika sederhana sekaligus membangun rasa ingin tahu terhadap ciptaan Allah.
Tidak hanya itu, kreativitas mereka juga diasah melalui karya mini dari bahan alam seperti daun dan ranting. Kegiatan sederhana ini terbukti mampu menghidupkan imajinasi, melatih kerja sama, serta menjadi terapi emosional yang ringan bagi anak-anak.
Secara keseluruhan, hari kedua SADAR bukan sekadar sesi belajar, tetapi menjadi ruang pemulihan yang membantu anak bergerak aktif, berani berbicara, dan kembali merasakan bahwa belajar bisa terasa aman dan menyenangkan.