

NewsAid-Aceh. Masalah air bersih kerap menjadi perkara pelik yang bikin pusing tujuh keliling, terutama bagi wilayah yang baru saja dihantam bencana alam. Hal inilah yang sempat dirasakan oleh saudara-saudara kita di Gampong Alue Le Mirah, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Kondisi serupa juga menimpa masyarakat di Gampong Baboo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang setelah diterjang banjir bandang.
Beberapa bulan lalu, air bah yang datang tiba-tiba menyapu bersih fasilitas umum dan merusak sumber air andalan warga di sana. Akibatnya, urusan sederhana seperti memasak, minum, hingga membasuh muka pun berubah menjadi perjuangan yang luar biasa berat. Beruntung, jeritan hati masyarakat di kedua desa tersebut segera mendapat respons cepat dari pihak-pihak yang peduli.
Lembaga Filantropi Salam Aid bergerak taktis membawa angin segar ke wilayah yang tengah berduka tersebut. Tidak sendirian, aksi kemanusiaan yang berfokus pada pemulihan pascabencana ini didukung penuh oleh Samudera Peduli. Kolaborasi apik kedua lembaga ini bertujuan untuk mengembalikan senyum warga yang sempat pudar akibat duka banjir.
Bantuan utama yang digelontorkan dalam program ini berfokus pada sarana sanitasi vital yang memang sangat mendesak keberadaannya. Tim di lapangan langsung tancap gas melakukan pembuatan sumur bor di titik-titik strategis permukiman warga. Langkah ini diambil agar pasokan air bersih yang higienis bisa segera mengalir ke rumah-rumah penduduk tanpa hambatan lagi.
Selain sumur bor, pembangunan infrastruktur Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang layak juga menjadi agenda prioritas yang tidak kalah penting. Selama ini, keterbatasan fasilitas sanitasi pascabencana memaksa sebagian warga menggunakan sarana seadanya yang jauh dari kata sehat. Dengan adanya MCK baru yang bersih, privasi dan kenyamanan warga dalam urusan domestik kini jauh lebih terjamin.
Tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tim sinergi ini juga memboyong layanan Klinik Kesehatan Gratis langsung ke tengah masyarakat. Kehadiran para tenaga medis ini bak oase di padang pasir bagi warga yang mulai mengeluhkan berbagai gangguan kesehatan. Pemeriksaan intensif dan pemberian obat-obatan dilakukan secara cuma-cuma tanpa memungut biaya sepeser pun.
Suasana haru dan ceria bercampur aduk saat air bersih pertama kali memancar kuat dari sumur bor yang baru selesai dibangun. Anak-anak kecil tampak riang gembira bermain air, sementara para ibu sibuk mengantre jeriken dengan wajah yang berbinar-binar. Beban berat yang menggelayuti pundak warga selama berbulan-bulan seolah luruh bersama aliran air yang jernih itu.
Solidaritas nyata yang ditunjukkan oleh Salam Aid dan Samudera Peduli ini menjadi bukti bahwa kepedulian adalah kunci utama pemulihan. Lewat gotong royong, wilayah yang awalnya porak-poranda bisa perlahan bangkit dan menata kembali kehidupan yang lebih baik. Semoga fasilitas yang sudah dibangun dengan penuh perjuangan ini bisa dijaga bersama oleh seluruh warga desa