22 Mei 2026

Sinergi Lintas Sektor: Aceh Tamiang Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah Melalui Program Relawan Pendidikan 2026

Admin Web Salamaid , Salam Pintar
Sinergi Lintas Sektor: Aceh Tamiang Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah Melalui Program Relawan Pendidikan 2026

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengambil langkah strategis dalam menangani isu Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui peluncuran Program Relawan Pendidikan Tahun 2026. Program ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor yang tidak sekadar berfokus pada pendataan administratif, melainkan wujud aksi nyata untuk menjangkau anak-anak yang terputus dari layanan pendidikan agar mereka dapat kembali merajut masa depan.

Para relawan pendidikan akan diturunkan langsung ke tengah masyarakat untuk melakukan verifikasi, pendampingan, hingga menjembatani akses anak-anak menuju layanan pendidikan yang paling sesuai dengan kondisi mereka.

Komitmen Pemerintah dan Pendekatan Humanis

Pelepasan relawan pendidikan dilakukan secara simbolis oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tamiang, Drs. Sepriyanto. Ia menegaskan bahwa kunci utama dari pengentasan ATS adalah koordinasi dan kolaborasi. Penanganan ini tidak bisa dibebankan pada pemerintah semata, melainkan menuntut kepedulian bersama dari seluruh unsur masyarakat.

Hal senada diungkapkan oleh Desi Elvera Dewi, perwakilan Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia menekankan bahwa program ini bertujuan memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak belajar akibat kendala sosial, ekonomi, maupun pascabencana.

"Relawan Pendidikan hadir bukan hanya untuk mendata, tetapi memastikan anak-anak tetap terhubung dengan harapan, layanan belajar, dan lingkungan yang peduli terhadap masa depan mereka," ujar Desi.

Kesiapan Fasilitas Pendidikan Nonformal

Mengingat tidak semua anak yang putus sekolah siap atau memungkinkan untuk langsung kembali ke sekolah formal, pendidikan nonformal hadir sebagai solusi yang fleksibel dan adaptif. Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Kabupaten Aceh Tamiang, Sutiyah, memastikan kesiapan lembaganya dalam memfasilitasi proses reintegrasi ini.

Saat ini, telah disiapkan fasilitas rujukan bagi ATS yang ingin kembali bersekolah, yang terdiri dari:

1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)

12 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

Kolaborasi Mitra Strategis dan Peran Relawan di Lapangan

Gerakan kepedulian ini difokuskan pada empat kecamatan sasaran, yaitu Kecamatan Rantau, Kuala Simpang, Karang Baru, dan Kejuruan Muda. Keberhasilan program sangat didukung oleh keterlibatan organisasi masyarakat dan mitra strategis, di antaranya Yayasan SalamAid, Dompet Dhuafa, dan PD Aisyiyah Tamiang.

Beberapa sorotan penting dari temuan dan peran mitra di lapangan meliputi:

Yayasan SalamAid: Alifia Hidayatun, salah satu relawan, menyoroti urgensi penjangkauan anak-anak yang putus sekolah akibat terdampak bencana banjir. Banyak dari mereka yang masih memiliki semangat belajar tinggi, namun terkendala situasi ekonomi keluarga pascabencana.

Dompet Dhuafa: Shirli Gumilang selaku Koordinator Mitra berharap program ini diiringi dengan tindak lanjut yang konkret. Ia mencatat adanya kasus khusus di lapangan, seperti anak korban perundungan (bullying) yang trauma namun sebenarnya sangat ingin kembali bersekolah.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil): Dokumen kependudukan kerap menjadi syarat krusial akses pendidikan. Perwakilan Dukcapil, Arjuna, memastikan warga yang kehilangan dokumen akibat bencana dapat langsung mencetak ulang datanya di Disdukcapil tanpa perlu melampirkan surat kehilangan.

TPP Kemendesa: Koordinator TPP Aceh Tamiang, Zulfan Arita, menyatakan kesiapan jaringan pendamping desa untuk membuka akses masyarakat dan memperkuat koordinasi para relawan di tingkat akar rumput.

Melalui integrasi layanan antara instansi pemerintah, lembaga pendidikan, pendamping desa, hingga relawan sosial, Program Relawan Pendidikan di Aceh Tamiang diharapkan mampu menghasilkan data ATS yang komprehensif sekaligus memberikan solusi nyata di lapangan. Upaya ini merupakan dedikasi bersama agar setiap anak, apa pun latar belakang dan hambatannya, tetap mendapatkan hak asasi atas pendidikan yang layak.

"Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengambil langkah strategis dalam menangani isu Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui pelun..."
Admin Web Salamaid
Salam Pintar