NewsAid — Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN) mengajak seluruh jejaringnya menggelar kampanye solidaritas bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara serentak di media sosial pada Jumat, 16 Oktober 2026. Mengusung pesan “Selamatkan Hutan dan Masyarakat Indonesia”, gerakan ini ditujukan untuk memperluas kepedulian terhadap masyarakat terdampak sekaligus mendorong penanganan karhutla yang lebih serius.
Ajakan tersebut menyasar seluruh komponen sekolah alam, mulai dari yayasan, pengelola sekolah, fasilitator atau guru, orang tua, siswa, hingga jejaring masyarakat luas. Melalui keterlibatan berbagai pihak, JSAN ingin menjadikan media sosial sebagai ruang bersama untuk menyuarakan perlindungan hutan dan keselamatan masyarakat.
Dalam seruan kampanyenya, JSAN menekankan bahwa kepedulian terhadap alam perlu diwujudkan melalui tindakan. Bagi komunitas sekolah alam, persoalan karhutla berkaitan erat dengan nilai pendidikan yang menempatkan alam sebagai sumber belajar sekaligus bagian dari kehidupan yang harus dijaga.
“Kami mengajak seluruh komponen Jaringan Sekolah Alam Nusantara—mulai dari yayasan, sekolah, fasilitator/guru, orang tua, siswa, hingga jejaring masyarakat luas—untuk merapatkan barisan dan menggaungkan Kampanye Solidaritas Bencana Karhutla di media sosial,” demikian ajakan tertulis JSAN.
Setiap sekolah diberi kebebasan menentukan bentuk dan desain kampanye sesuai kreativitas masing-masing. Karya yang disiapkan dapat berupa foto, poster, puisi, maupun video, dengan fokus pada kepedulian terhadap masyarakat terdampak, penyelamatan lingkungan, dan pemulihan alam.
Unggahan bersama pada 16 Oktober diharapkan memperluas jangkauan pesan solidaritas dari berbagai daerah. Keterlibatan siswa dan pendidik juga membuka ruang pembelajaran untuk menghubungkan kepedulian lingkungan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Selain kampanye digital, JSAN menyiapkan langkah advokasi melalui petisi. Draf petisi yang telah disusun dan diusulkan direncanakan untuk disampaikan secara resmi kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan guna mendesak penanganan karhutla yang lebih serius.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya membawa aspirasi jejaring sekolah alam kepada pemerintah. Kampanye publik dan penyampaian petisi diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap perlindungan masyarakat serta kelestarian hutan.
Melalui gerakan ini, JSAN mengajak komunitas pendidikan mengambil peran aktif dalam kepedulian lingkungan. Seruan tersebut ditegaskan melalui pesan penutup kampanye: “Mari bergerak bersama, karena alam adalah guru kita, dan menjaganya adalah bakti kita!”
"NewsAid — Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN) mengajak seluruh jejaringnya menggelar kampanye solidaritas bencana keb..."