NewsAid - SEMARANG — Ajang pertemuan dan perkemahan lintas negara, Jambore SASS (Sekolah Alam Student Scout) Nusantara #3, tengah berlangsung sejak 14 hingga 17 September 2026 di Spekta Merbabu, Semarang, Jawa Tengah. Perhelatan ini menjadi wadah strategis dalam pembentukan karakter dan mentalitas kepanduan (survival mentality building) bagi siswa-siswi Sekolah Alam.
Berada di bawah naungan Jaringan Sekolah Alam Nusantara, jambore edisi ketiga ini berskala internasional dengan mempertemukan sekitar 700 anak. Para peserta tersebut berasal dari 30 delegasi sekolah alam yang tersebar di seluruh Indonesia serta perwakilan dari Malaysia.
Untuk memperkuat kurikulum survival di alam bebas, tim SalamAid turut mengambil peran krusial sebagai fasilitator dalam sesi tanggap darurat. SalamAid memberikan materi edukasi bertajuk openmind kebencanaan, yang dirancang untuk membangun kesadaran kritis dan wawasan mitigasi bencana sejak usia dini.
Edukasi tersebut tidak sebatas wawasan teoretis di dalam tenda. Tim SalamAid juga memandu 700 peserta untuk melakukan simulasi gempa bumi secara komprehensif di area perkemahan. Melalui praktik langsung ini, siswa-siswi dilatih untuk mengelola kepanikan, mengambil keputusan cepat, dan memahami rute evakuasi atau prosedur perlindungan diri saat bencana terjadi.
Integrasi antara aktivitas kepanduan SASS dengan simulasi kebencanaan dari SalamAid ini diharapkan mampu mencapai target utama jambore. Peserta tidak hanya dituntut memiliki ketangkasan fisik dalam berkemah, tetapi juga memiliki fondasi ketangguhan mental, kepemimpinan, serta kesiapsiagaan merespons situasi krisis di lingkungan nyata.
"NewsAid - SEMARANG — Ajang pertemuan dan perkemahan lintas negara, Jambore SASS (Sekolah Alam Student Scout) Nusantara #..."