Kebakaran hutan dan lahan terus meninggalkan luka di Kalimantan. Berdasarkan penjumlahan data lima provinsi, luas karhutla di Kalimantan mencapai sekitar 57 ribu hektare sepanjang Januari–Juli 2026. Rekap tersebut belum mencakup kebakaran pada Agustus hingga Oktober.
Di Kalimantan Tengah, laporan pemerintah daerah hingga 18 Oktober 2026 mencatat 6.639 kejadian karhutla, dengan luas lahan terbakar sekitar 19.502 hektare berdasarkan laporan lapangan. Pada minggu ketiga Oktober, tercatat pula 5.916 kasus ISPA baru, sementara 223 sekolah beralih ke pembelajaran jarak jauh.
Kondisi di Palangka Raya menjadi perhatian serius. Pada 19 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB, BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 806,5 µg/m³, masuk kategori berbahaya. Di tengah udara yang tercemar, warga membutuhkan perlindungan dan pelayanan kesehatan, sementara relawan terus membantu pemadaman di lapangan.
SRIKANDI
Setelah menjalankan misi selama 14 hari di Kubu Raya, tim Srikandi SalamAid kembali berangkat pada 17 Oktober 2026, didampingi Salam Tanggap, untuk membantu pemadaman api dan menghadirkan pelayanan medis di Palangka Raya.
Sebagai langkah lanjutan, SalamAid merencanakan ruang aman asap dengan penyaring udara dan dukungan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat kelompok rentan.
Kebutuhan Bantuan
Mari Bergerak Bersama
Tim Srikandi dan Salam Tanggap sudah bergerak. Dukungan Sahabat membantu menyediakan perlindungan bagi warga, pelayanan medis bagi yang membutuhkan, serta bekal bagi relawan yang berjuang memadamkan api.
Klik “Donasi Sekarang”. Bersama, kita #JagaNapasIndonesia.
Setiap rupiah yang kamu berikan sangat berarti