Bukan kabut pagi, ini asap beracun. Jutaan saudara kita di Kalimantan saat ini terpaksa menghirup udara yang bercampur abu sisa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pandangan memburuk, mata perih, dan dada sesak. Bayangkan jika Anda dan keluarga harus memakai masker di dalam rumah sendiri karena asap pekat sudah menembus celah ventilasi.
Karhutla di Kalimantan bukan sekadar bencana visual, melainkan krisis kesehatan masyarakat yang terukur. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di beberapa wilayah terdampak telah menyentuh angka yang masuk dalam kategori Sangat Berbahaya. Udara yang dihirup warga tidak lagi mengandung oksigen bersih, melainkan dipenuhi partikel halus PM2.5 yang merusak fungsi paru-paru.
Kondisi ini memicu lonjakan tajam kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Waktu terus berjalan, dan mereka tidak bisa menunggu asap hilang dengan sendirinya. Kelompok paling rentan adalah balita yang sistem pernapasannya belum sempurna, serta lansia yang memiliki riwayat penyakit bawaan.
Respons Cepat, Penyelamat Nyawa
Kondisi lapangan membutuhkan intervensi medis segera. Masker kain biasa tidak lagi mampu menyaring partikel PM2.5. SalamAid saat ini sedang bergerak mendistribusikan bantuan darurat ke titik-titik terdampak, dan pasokan alat bantu pernapasan sangat terbatas.
Terdapat tiga kebutuhan mendesak yang saat ini difokuskan di lapangan:
Mari Bergerak, Ringankan Beban Saudara Sebangsa Terdampak Bencana
Data korban akan terus bertambah jika kita tidak bertindak. Setiap rupiah yang Anda salurkan akan langsung dikonversi menjadi perlengkapan medis yang mengembalikan napas mereka.
Berikan donasi terbaik Anda hari ini.
Informasi Selengkapnya & Laporan Penyaluran:
📞 WhatsApp: 0811-1439-193
Setiap rupiah yang kamu berikan sangat berarti