Data Lengkap Longsor Cisarua Bandung Barat: Jumlah Korban, Luas Dampak, dan Faktor Penyebab
Pada 24 Januari 2026, bencana tanah longsor terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (Jawa Barat), mengakibatkan dampak yang signifikan bagi warga dan lingkungan sekitar. Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur lereng pegunungan selama periode beberapa hari sebelumnya.
Dampak Longsor: Luas Area dan Warga Terdampak
Berdasarkan asesmen badan geologi dan laporan SAR:
-
Luas area terdampak: Sekitar 30 hektare permukiman dan lereng perbukitan di Desa Pasirlangu terkena longsor, termasuk permukiman warga dan lahan kebun. (detiknews)
-
Jumlah warga terdampak: Sekitar 34 Kepala Keluarga (±113 jiwa) terdampak langsung dari longsor ini. (ANTARA News)
-
Jumlah rumah rusak: Data sementara menunjukkan ratusan rumah tertimbun material longsor, sejumlah rumah rusak berat dan tidak bisa ditempati lagi. (The Jakarta Post)
Korban Jiwa: Ditemukan, Hilang, dan Selamat
Data hasil operasi pencarian dan identifikasi terus diperbarui oleh Basarnas dan tim SAR gabungan:
-
Jumlah jenazah yang ditemukan: Hingga 26 Januari 2026, total 34 jenazah korban longsor berhasil ditemukan oleh tim SAR.(Xinhua News)
-
Jumlah korban meninggal yang teridentifikasi: Dari 34 jenazah yang ditemukan, 17 telah teridentifikasi oleh tim forensik. (Xinhua News)
-
Jumlah korban diperkirakan tertimbun: Data dari SAR menyebut sekitar 46 orang masih dipercaya tertimbun di lokasi bencana meskipun angka pastinya akan terus diperbarui berdasarkan temuan selanjutnya.(Xinhua News)
-
Jumlah korban hilang yang masih dicari: Tim SAR mengoperasikan pencarian untuk puluhan korban hilang, dengan jumlah awal yang dilaporkan sekitar 65–82 orang hilang setelah longsor. (ANTARA News)
-
Korban selamat: Laporan awal operasi mencatat sekurangnya 23 warga berhasil selamat dari material longsor.
Operasi pencarian masih berlangsung karena kondisi medan yang labil dan potensi longsor susulan tetap tinggi. (ANTARA News)
Penyebab Longsor: Hujan Ekstrem & Kegagalan Lereng
Penyebab utama longsor menurut Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM):
-
Curah hujan tinggi secara berkelanjutan selama beberapa hari telah meningkatkan tekanan air pori pada tanah, sehingga lereng menjadi jenuh air, kehilangan kekuatan gesernya, dan akhirnya runtuh. (detiknews)
-
Kondisi topografi yang curam juga mempercepat terjadinya runtuhan material tanah dan batu ke permukiman di bawahnya. (detiknews)
Badan Geologi juga memperingatkan potensi longsor susulan terutama bila hujan intensitas tinggi kembali terjadi, sehingga masyarakat di sekitar wilayah lereng tetap diminta waspada. (ANTARA News)
Total Kerugian Material
Hingga saat ini belum ada angka resmi yang dirilis pemerintah atau BNPB tentang total kerugian material dalam bentuk nilai ekonomi (misal dalam rupiah). Laporan media lebih menekankan pada dampak fisik seperti:
-
Permukiman warga rusak,
-
Infrastruktur lokal terputus,
-
Lahan tergerus,
-
Ratusan rumah tertimbun atau rusak berat. (The Jakarta Post)
Kerugian total biasanya akan ditetapkan setelah asesmen pascabangunan dilakukan oleh instansi teknis terkait.