Satu Korban Kembali Ditemukan, Operasi Pencarian di Desa Pasirlangu Terus Dilanjutkan
Bandung Barat — Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban dalam operasi pencarian dampak bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin (26 Januari 2026) pukul 11.56 WIB. Penemuan ini merupakan hasil dari pencarian lanjutan yang dilakukan secara intensif di sektor terdampak.
Proses evakuasi korban dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta unsur relawan dan masyarakat setempat. Evakuasi berlangsung dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi tanah di lokasi masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Perkembangan Operasi Pencarian
Hingga waktu penemuan terbaru ini, tim SAR terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga masih terdapat korban tertimbun material longsor. Pencarian dilakukan dengan metode manual dan dukungan peralatan, disesuaikan dengan kondisi medan dan tingkat risiko di lapangan.
Sebelumnya, pada hari pencarian sebelumnya, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan sembilan korban. Dengan penemuan terbaru ini, jumlah korban yang ditemukan bertambah, sementara proses pencarian terhadap korban lainnya masih terus berlangsung.
Data Sementara Korban dan Dampak
Berdasarkan data sementara Posko SAR dan BPBD di lokasi kejadian, bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu mengakibatkan puluhan warga terdampak, dengan sejumlah korban dinyatakan meninggal dunia dan beberapa lainnya masih dalam proses pencarian. Data jumlah korban masih bersifat dinamis dan terus diperbarui seiring perkembangan operasi di lapangan.
Seluruh korban yang berhasil dievakuasi telah diserahkan kepada pihak berwenang untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, keluarga korban mendapatkan pendampingan dari tim terkait, termasuk dukungan medis dan psikososial.
Komitmen Kemanusiaan
Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan. Koordinasi lintas instansi dilakukan secara intensif guna memastikan pencarian berjalan efektif dan sesuai prosedur.
Upaya ini merupakan wujud komitmen kemanusiaan seluruh unsur yang terlibat untuk menemukan seluruh korban serta memastikan penanganan darurat dan pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan optimal.