NewsAid - BOGOR — Menikmati jajanan buatan warga, memetik sayuran langsung dari kebun, lalu bermain air di sungai. Pengalaman tersebut bisa ditemukan di Kampung Pangulinan Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor. Melalui Pasar Pangulinan, pengunjung diajak mengenal potensi kampung sambil menikmati kuliner dan aktivitas ulin ngalun atau rafting di Sungai Cikali Baru.
Sungai yang berada di depan kawasan pasar menjadi daya tarik tersendiri. Setelah berkeliling dan berbelanja, pengunjung dapat melanjutkan kegiatan dengan ulin rafting. Perpaduan pasar lokal dan aktivitas sungai ini membuat kunjungan ke Pangulinan memiliki beragam pilihan kegiatan.
Pasar yang dibuka pada Sabtu (3/10/2026) ini menjadi ruang bagi warga untuk memperkenalkan makanan, minuman, hasil tanaman, dan produk kreatif mereka.
Keunikan pasar juga hadir melalui penggunaan koin batok kelapa sebagai alat transaksi. Pengalaman berbelanja terasa berbeda, sekaligus memberi ciri khas yang dekat dengan suasana alam kampung.
Kuliner Warga dan Sayuran dari Kebun Sendiri
Daya tarik kuliner Pangulinan terletak pada produk buatan masyarakat Katulampa dengan bahan baku yang berasal dari lingkungan setempat. Pengunjung dapat bertemu langsung dengan warga yang mengolah dan menjual makanan tersebut.
Bagi masyarakat yang ingin mencari pilihan jajanan di luar junk food, Pangulinan menawarkan kuliner lokal yang bahan dan proses pembuatannya dapat ditanyakan langsung kepada penjual. Pilihan makanan tetap perlu mempertimbangkan bahan, cara pengolahan, dan porsi, karena label lokal saja tidak otomatis menentukan nilai gizinya.
Selain mengolah makanan, warga juga menanam sayuran menggunakan sistem hidroponik dan media tanah. Hasil budidaya tersebut turut dijual di pasar, bahkan dapat dipetik langsung oleh pengunjung. Sayuran yang dipilih kemudian ditimbang untuk menentukan total harganya.
Pengalaman ini mendekatkan pengunjung dengan asal bahan pangan. Mereka dapat melihat tanaman tumbuh, mengenal cara warga membudidayakannya, lalu membawa pulang hasil panennya.
Masyarakat Berdaya lewat Potensi Kampung
Di balik pengalaman jajan dan ulin, Pangulinan menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha. Warga terlibat sebagai penanam, pengolah makanan, dan pedagang yang memperkenalkan produknya kepada pengunjung.
Kegiatan menanam dan memasarkan hasil kebun juga menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan dari lingkungan sendiri. Keberlanjutan budidaya diharapkan dapat mendukung ketersediaan bahan pangan sekaligus membuka peluang pendapatan bagi warga.
Program pemberdayaan SalamAid ini bermitra dengan Benih Baik dan Le Minerale. Melalui pengembangan potensi pangan dan lingkungan, Kampung Pangulinan diharapkan terus tumbuh sebagai ruang ekonomi dan kebersamaan masyarakat.
Di Kampung Pangulinan, pengunjung bisa jajan, memetik sayuran, dan ulin rafting dalam satu kunjungan. Sambil menikmati pengalaman tersebut, mereka juga ikut mendukung usaha dan hasil karya warga Katulampa.
"NewsAid - BOGOR — Menikmati jajanan buatan warga, memetik sayuran langsung dari kebun, lalu bermain air di sungai...."