BOGOR – Bagi sebagian orang, biaya kesehatan sering kali menjadi kendala dalam mendapatkan layanan medis yang layak. Namun, bagi Hasanah (65), warga Kampung Selaawi, kehadiran Rumah Sehat Salam Walagri menjadi solusi yang sangat membantu.
Sebagai lansia dengan riwayat hipertensi dan asam urat, Ibu Hasanah rutin memeriksakan kesehatannya setiap bulan di Rumah Sehat Salam Walagri.
Berkat fasilitas yang mudah diakses dan biaya yang terjangkau, ia tidak perlu khawatir dalam mendapatkan pengobatan yang dibutuhkannya.
Hari ini, Hasanah kembali berkunjung ke klinik tersebut dengan keluhan sakit pada kaki, lutut, tangan, dan kepala.
Selain itu, ia juga mengalami demam, flu, dan pilek yang sudah berlangsung selama tiga hari terakhir. Kondisi ini membuatnya segera mencari pertolongan medis.
Pemeriksaan dilakukan oleh dokter jaga, Dr. Dinar. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa tekanan darah Hasanah cukup tinggi, dan ia didiagnosis mengalami hipertensi serta common cold.
Dokter pun meresepkan beberapa obat untuk menurunkan tekanan darah serta meredakan gejala flu dan demam yang dideritanya.
Tidak hanya memberikan obat, Dr. Dinar juga menyarankan Ibu Hasanah untuk menjaga pola hidup sehat, termasuk istirahat yang cukup, mengatur pola makan, dan memperbaiki kualitas tidurnya.
Edukasi kesehatan ini diharapkan dapat membantu pasien dalam menjaga kesehatannya secara mandiri di rumah.
Salah satu hal yang membuat Rumah Sehat Salam Walagri unik adalah sistem pembayaran yang dapat menggunakan sampah yang telah dipilah.
Hasanah merasa bersyukur bisa mendapatkan pengobatan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
"Alhamdulillah, saya berobat di Rumah Sehat Walagri selain dekat dari rumah, cukup membawa sampah, dan obat-obatnya cocok," ungkapnya dengan penuh syukur.
Kehadiran Rumah Sehat Salam Walagri membuktikan bahwa sehat itu tidak harus mahal. Dengan inovasi pelayanan kesehatan berbasis sosial dan lingkungan, masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang terjangkau sekaligus berkontribusi terhadap kebersihan lingkungan.
Program ini pun diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menyediakan layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.