16 Oktober 2026

Guru Relawan Perempuan yang Membawa Semangat Kesetaraan Gender di Tengah Bencana NTT

Admin Web Salamaid , Salam Tanggap
Guru Relawan Perempuan yang Membawa Semangat Kesetaraan Gender di Tengah Bencana NTT

NewsAid — MANGGARAI, NUSA TENGGARA TIMUR. Annisa Rahmawati mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak penyintas gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur. Perempuan yang akrab disapa Rahma itu menjadi guru relawan di tengah keterbatasan fasilitas belajar akibat bencana.

Sehari-hari, Rahma bekerja sebagai staf Human Resources (HR) SalamAid Nusantara. Berbekal pengalaman mengajar kelas privat, ia turut mendampingi kegiatan pembelajaran di tenda darurat BNPB dan Sekolah Alam Darurat BAZMA yang dibangun melalui kolaborasi BAZMA dan SalamAid.

Penugasan tersebut menjadi kesempatan bagi Rahma untuk membawa keterampilan mengajarnya ke wilayah terdampak. Bersama guru relawan, ia membantu anak-anak melanjutkan kegiatan belajar meskipun fasilitas pendidikan mereka belum kembali seperti semula.

Kehadiran pendidik menjadi bagian penting dari penyelenggaraan sekolah darurat. Selain membutuhkan tempat belajar, anak-anak juga memerlukan pendamping yang membantu mereka mengikuti pelajaran, bertanya, dan mengembangkan kreativitas selama masa pemulihan.

Keterlibatan Rahma memperlihatkan peran perempuan sebagai pelaku aktif dalam penanggulangan bencana. Pengalaman profesional dan kemampuan yang dimilikinya menjadi bekal untuk berkontribusi langsung dalam pelayanan pendidikan bagi penyintas.


Uploaded Image

Dalam konteks ini, kesetaraan gender mencakup dua hal yang saling berkaitan: kesempatan perempuan untuk mengambil peran dalam pemulihan serta kesempatan yang setara bagi anak perempuan dan laki-laki untuk tetap memperoleh pendidikan.

Arah tersebut selaras dengan pengarusutamaan gender dalam penanggulangan bencana yang diatur melalui Peraturan BNPB Nomor 2 Tahun 2026. Peraturan ini menempatkan perspektif gender sebagai bagian dari proses kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi penanggulangan bencana.

Dalam kegiatan pendidikan darurat, prinsip kesetaraan perlu diwujudkan melalui kesempatan belajar dan berpartisipasi bagi setiap anak. Anak perempuan maupun laki-laki perlu mendapat ruang untuk menyampaikan pendapat, mengembangkan kemampuan, dan terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

Uploaded Image

Semangat yang sama juga mendasari pentingnya membuka kesempatan kerelawanan bagi pelajar perempuan. Dengan pendampingan dan tugas yang sesuai usia serta kemampuan, keterlibatan mereka dapat menjadi ruang untuk belajar tentang kepedulian, tanggung jawab, dan kepemimpinan.

Melalui guru dan pelajar relawan, SalamAid berupaya membangun ruang pendidikan dan kerelawanan yang inklusif. Peran Rahma menjadi salah satu contoh bagaimana keterampilan seseorang dapat menjawab kebutuhan masyarakat terdampak: dari pekerjaan di bidang HR hingga mendampingi anak-anak belajar di sekolah darurat.

Di tengah proses pemulihan Flores, pendampingan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kesempatan pendidikan tetap terbuka, agar anak perempuan dan laki-laki dapat terus belajar dan mengembangkan harapan mereka.

"NewsAid — MANGGARAI, NUSA TENGGARA TIMUR. Annisa Rahmawati mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak-a..."
Admin Web Salamaid
Salam Tanggap