NewsAid KARAWANG — SalamAid Nusantara bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, melalui Program Desa Tangguh Bencana (Destana), Kamis (20/8/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya membangun kemampuan masyarakat agar lebih siap menghadapi risiko bencana, khususnya banjir yang hampir setiap musim hujan mengancam wilayah Desa Sukamakmur.
Secara geografis, Desa Sukamakmur berada di sekitar aliran Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Kondisi tersebut membuat wilayah ini memiliki potensi banjir yang perlu diantisipasi sejak dini. Bahkan, banjir sebelumnya juga sempat berdampak hingga kawasan Gardu Induk Tegalherang.
Dalam program tersebut, SalamAid berperan sebagai pendamping sekaligus memberikan peningkatan kapasitas kepada para relawan dan masyarakat. Sebanyak 60 personel mengikuti rangkaian pembekalan kesiapsiagaan bencana yang diberikan oleh tim SalamAid.
Para peserta dipersiapkan agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk melakukan respons awal ketika kondisi darurat terjadi.
Selain peningkatan kapasitas relawan, program turut diperkuat dengan dukungan sarana dan prasarana kebencanaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIT JBT.
Sejumlah perlengkapan pendukung penanganan bencana diberikan untuk memperkuat kesiapan Desa Sukamakmur, di antaranya perahu karet, pelampung, tandu, serta berbagai perlengkapan penyelamatan lainnya.
Direktur SalamAid Nusantara, Luthfi Kurnia, mengatakan kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal penting karena bencana dapat terjadi tanpa dapat dipastikan waktunya.
“Potensi bencana di Sukamakmur memang ada, tetapi kapan bencana itu terjadi tidak ada yang tahu. Karena itu, yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan masyarakat sedini mungkin. Ketika kapasitas, pengetahuan, dan sarana sudah tersedia, masyarakat akan lebih siap menghadapi situasi apa pun,” ujar Luthfi.
Menurutnya, penguatan masyarakat tidak cukup hanya melalui penyediaan peralatan. Pengetahuan, keterampilan, koordinasi, serta kemampuan masyarakat dalam melakukan tindakan awal ketika bencana terjadi juga perlu dibangun secara berkelanjutan.
SalamAid berharap para relawan yang mendapatkan pembekalan nantinya dapat menjadi bagian dari kekuatan masyarakat Desa Sukamakmur dalam menghadapi kondisi darurat.
Kepala Desa Sukamakmur, Dede Sudrajat, menyampaikan bahwa wilayahnya hampir setiap musim hujan menghadapi banjir akibat luapan Sungai Citarum. Kondisi tersebut membuat keberadaan relawan yang terlatih dan perlengkapan kebencanaan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.
Sementara itu, Camat Telukjambe Timur Ade Setiawan mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Ia berharap program tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan warga dalam menghadapi potensi bencana di wilayahnya.
Keterlibatan masyarakat juga dinilai menjadi bagian penting dalam penanggulangan bencana. Masyarakat menjadi pihak yang berada paling dekat dengan lokasi ketika kejadian berlangsung, sehingga kemampuan melakukan respons awal dapat membantu mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Melalui kolaborasi SalamAid, PLN UIT JBT, pemerintah daerah, BPBD, pemerintah desa, serta masyarakat, Program Desa Tangguh Bencana diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan dan penyerahan perlengkapan saja.
SalamAid mendorong agar kesiapsiagaan terus tumbuh menjadi budaya di tengah masyarakat, mulai dari mengenali risiko di lingkungan sekitar, memahami langkah penyelamatan, menguatkan koordinasi antarwarga hingga memastikan perlengkapan kebencanaan selalu siap digunakan.
Karena bencana mungkin tidak dapat dicegah, tetapi masyarakat dapat dipersiapkan untuk menghadapinya.
Melalui Program Desa Tangguh Bencana, SalamAid terus berupaya mendorong lahirnya masyarakat yang lebih siap, tangguh, dan mampu melakukan respons cepat ketika bencana terjadi.
"NewsAid KARAWANG — SalamAid Nusantara bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) memperk..."