20 Agustus 2026

Ribuan Gempa Susulan Guncang Flores, SalamAid Ajak Masyarakat Tetap Waspada

Admin Web Salamaid , Salam Tanggap
Ribuan Gempa Susulan Guncang Flores, SalamAid Ajak Masyarakat Tetap Waspada

NewsAid — Aktivitas kegempaan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus berlangsung setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut beberapa hari lalu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB telah terjadi sebanyak 2.768 gempa susulan (aftershock) dengan rentang magnitudo M1,1 hingga M6,2. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 kejadian memiliki magnitudo di atas M5, sementara 81 gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Tingginya aktivitas gempa susulan menunjukkan bahwa kondisi kegempaan di wilayah Flores masih perlu mendapat perhatian. Masyarakat, terutama yang berada di wilayah terdampak dan di sekitar bangunan yang mengalami kerusakan, diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

Aktivitas gempa juga masih terjadi hingga Kamis, 20 Agustus 2026. BMKG mencatat gempa tektonik pada pukul 05.45 WIB dengan parameter pemutakhiran M5,8, kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di darat sekitar 34 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT. Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Beberapa jam kemudian, pada pukul 09.47 WIB, wilayah Flores kembali diguncang gempa M5,7 dengan kedalaman 10 kilometer. Episenternya berada sekitar 36 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai. Gempa tersebut juga dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Kewaspadaan Masyarakat Masih Dibutuhkan

Ribuan gempa susulan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menjadi pengingat bahwa fase pascabencana juga membutuhkan kewaspadaan tinggi.

Gempa susulan dapat dirasakan secara berbeda di setiap wilayah dan berpotensi semakin melemahkan bangunan yang sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat gempa utama.

Masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan diri masuk ke dalam rumah atau bangunan yang mengalami retak maupun kerusakan struktural sebelum dipastikan keamanannya. Warga juga perlu memastikan jalur evakuasi tetap terbuka serta menyiapkan kebutuhan darurat yang mudah dibawa apabila sewaktu-waktu diperlukan.

Informasi mengenai perkembangan gempa juga sebaiknya terus dipantau melalui kanal resmi BMKG dan pemerintah setempat untuk menghindari informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

SalamAid Pantau Kondisi Masyarakat Terdampak

Di tengah aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung, SalamAid melalui tim Salam Tanggap terus memantau perkembangan kondisi masyarakat terdampak di Nusa Tenggara Timur.

Kondisi pascagempa tidak hanya berkaitan dengan kerusakan bangunan, tetapi juga kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal sementara yang aman, makanan, air bersih, perlengkapan keluarga hingga kebutuhan kelompok rentan.

SalamAid mendorong masyarakat untuk tetap tenang namun tidak mengurangi kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.

Kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko apabila terjadi guncangan kembali. Mengenali tempat aman, memahami jalur evakuasi serta saling menjaga anggota keluarga dan masyarakat sekitar menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan sejak sekarang.

Berdasarkan data terbaru BMKG, jumlah 2.768 gempa susulan merupakan catatan hingga 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB. Karena aktivitas kegempaan masih berlangsung pada 20 Agustus, jumlah tersebut dapat terus bertambah seiring pembaruan hasil pemantauan BMKG.

SalamAid mengajak Sahabat Baik untuk terus mendoakan keselamatan masyarakat Nusa Tenggara Timur serta mendukung upaya kemanusiaan bagi keluarga yang terdampak bencana.

"NewsAid — Aktivitas kegempaan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus berlangsung setelah gempa utama..."
Admin Web Salamaid
Salam Tanggap