NewsAid — Merespons krisis air akibat kemarau panjang, lembaga kemanusiaan SalamAid mendistribusikan total 16.000 liter air bersih ke dua titik wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor pada Rabu (22/7/2026). Distribusi ini menyasar ratusan keluarga yang mulai kesulitan mendapatkan akses air bersih sejak dua bulan terakhir.
Penyaluran air bersih dibagi menjadi dua lokasi utama. Titik pertama berlokasi di RW 01 dan RW 06, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, dengan alokasi 8.000 liter air untuk menjangkau sekitar 300 Kepala Keluarga (KK). Sementara itu, 8.000 liter lainnya disalurkan ke Kampung Wates RW 02, Kecamatan Rancabungur, untuk memenuhi kebutuhan dasar sekitar 1.000 jiwa.
Kekeringan ekstrem di wilayah Jabodetabek telah menyebabkan sumur-sumur warga mengering. Di Desa Cijayanti, sebagian warga terpaksa berjalan kaki sejauh satu kilometer menuju Sungai Cikeas untuk aktivitas mencuci pakaian. Warga yang tidak mampu menempuh jarak tersebut harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air galon isi ulang.
Ketua RT 07 Desa Cijayanti, Dedi Rahmat, membenarkan kondisi krisis air di wilayahnya dan menyambut baik kedatangan armada tangki air tersebut.
"Jujur, sampai hari ini belum ada bantuan air bersih lain yang masuk ke wilayah kami. Bantuan ini benar-benar sangat bermanfaat dan meringankan beban warga di tengah situasi sulit seperti sekarang," ujar Dedi di lokasi distribusi.
Hingga saat ini, pihak SalamAid menyatakan akan terus memantau dampak musim kemarau di Kabupaten Bogor dan menyiapkan alokasi distribusi lanjutan ke wilayah-wilayah rawan kekeringan lainnya.
"NewsAid — Merespons krisis air akibat kemarau panjang, lembaga kemanusiaan SalamAid mendistribusikan total 16.000 liter..."