News Aid - KUBU RAYA — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Parit H. Mukhsin, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (1/9). Di tengah kepulan asap dan panasnya lahan gambut yang terbakar, Norsan menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh relawan gabungan dan petugas pemadam kebakaran yang tak kenal lelah berjuang di garis depan.
Kehadiran orang nomor satu di Kalbar ini menjadi suntikan semangat bagi seluruh pihak yang terlibat di lapangan. Norsan menemui langsung para petugas dan relawan kemanusiaan yang bahu-membahu menjinakkan titik api.
“Terima kasih ya, yang udah bantu,” ucap Norsan dengan tulus kepada jajaran petugas dan elemen relawan di lokasi kejadian.
Menurut Norsan, upaya pengendalian karhutla—khususnya pada karakter tanah gambut yang menyimpan bara di kedalaman—mustahil diselesaikan tanpa kerja sama lintas sektor. Keterlibatan aktif berbagai kelompok relawan masyarakat dinilai sangat krusial dalam mempercepat proses pemadaman dan mitigasi dampak bencana.
Dalam kesempatan peninjauan tersebut, hadir pula berbagai unsur sukarelawan, salah satunya Tim Srikandi (Salamaid) yang mengenakan rompi merah dan perlengkapan pengaman lengkap. Para relawan wanita ini turut mengabadikan momen bersama Gubernur Ria Norsan di lokasi penanganan bencana, menjadi gambaran nyata sinergi dan kebersamaan berbagai elemen yang hadir membantu di lapangan.
Norsan menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah daerah, aparat, tim pemadam, relawan kemanusiaan, hingga masyarakat sekitar.
“Penanganan karhutla ini membutuhkan kerja bersama. Selain pemadaman fisik di lapangan, kesadaran kolektif dari masyarakat untuk mencegah kebakaran adalah kunci utama agar bencana tidak terus berulang,” tuturnya.
Selain mengapresiasi kerja keras para petugas dan sukarelawan, Gubernur Ria Norsan kembali mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar selama musim kemarau.
“Saya menyampaikan lagi kepada masyarakat, tolong, tolong jangan membakar pada saat kemarau ini,” tegas Norsan.
“Kita mengharapkan yang tanah gambut ini jangan sampai membakar. Mohon, jangan membakar di tanah gambut,” sambungnya.
Menurutnya, kebakaran di lahan gambut memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi karena sifat apinya yang merambat di bawah permukaan tanah dan sulit dipadamkan, sehingga menimbulkan kabut asap pekat yang berdampak langsung terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat luas.
Kunjungan tersebut tidak hanya berfokus pada evaluasi teknis pemadaman karhutla, tetapi juga merespons krisis air bersih yang melanda warga setempat akibat kemarau panjang. Sebagai bentuk kepedulian pemerintah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiagakan dan menyalurkan tiga unit mobil tangki air bersih untuk dibagikan secara gratis kepada warga sekitar yang terdampak.
Langkah ini menjadi wujud perhatian menyeluruh Pemprov Kalbar dalam menjawab dua persoalan utama musim kemarau di lapangan: menekan ancaman kobaran api karhutla sekaligus memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat akan air bersih.
"News Aid - KUBU RAYA — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lah..."