03 September 2026

Kabut Asap Memburuk, Kesehatan Warga Kalimantan Timur Perlu Dijaga

Admin Web Salamaid , Salam Tanggap
Kabut Asap Memburuk, Kesehatan Warga Kalimantan Timur Perlu Dijaga
Udara di sejumlah wilayah Kalimantan Timur memburuk di tengah musim kering dan kebakaran hutan serta lahan. Dampaknya mulai terlihat pada kesehatan masyarakat: sekitar 9.499 kasus infeksi saluran pernapasan akut tercatat pada pekan ke-34 tahun 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menyatakan jumlah tersebut meningkat dibandingkan sekitar 9.300 kasus pada Januari. Kasus sempat menurun pada pertengahan tahun sebelum kembali naik ketika titik api bertambah. Meski peningkatannya belum dinilai signifikan, pemantauan dilakukan setiap pekan agar perubahan kondisi dapat direspons lebih cepat.

Kutai Barat dan Berau disebut sebagai wilayah yang paling mengkhawatirkan, disusul Kutai Kartanegara. Di Kutai Barat, Indeks Standar Pencemar Udara sempat mencapai 318 atau kategori berbahaya. Pada 3 September, angkanya turun menjadi 280, tetapi kualitas udara masih tergolong sangat tidak sehat.

Kondisi ini terjadi setelah periode kering yang panjang. BMKG mencatat 13.273 titik panas di Kalimantan Timur sepanjang 1–23 Agustus 2026. Per 20 Agustus, Kutai Barat dan Paser mengalami Hari Tanpa Hujan hingga 28 hari. Asap juga dapat bergerak melintasi batas administratif mengikuti arah angin.

Kebakaran masih ditangani di beberapa lokasi. BNPB mencatat sekitar 12 hektare lahan terbakar di Kecamatan Sambutan, Samarinda, serta sekitar 27 hektare di Desa Santan Ilir, Kutai Kartanegara, dalam pembaruan 31 Agustus. Di Santan Ilir, jarak sumber air dan angin kencang sempat menyulitkan pemadaman.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperkuat surveilans ISPA serta menyiapkan masker, obat-obatan, dan dukungan layanan kesehatan. BMKG bersama OIKN, TNI AU, BNPB, dan pemerintah daerah juga menjalankan operasi modifikasi cuaca pada 22–27 Agustus untuk merespons defisit air dan karhutla.

Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa partikel halus dalam asap dapat masuk jauh ke saluran pernapasan. Anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan riwayat asma atau penyakit paru menghadapi risiko lebih tinggi.

Warga di daerah terdampak dianjurkan memakai masker ketika kualitas udara memburuk, membatasi aktivitas di luar ruangan, dan memantau informasi resmi. Jika gangguan pernapasan disertai demam, pemeriksaan di fasilitas kesehatan diperlukan untuk menentukan penanganan yang sesuai.
"Udara di sejumlah wilayah Kalimantan Timur memburuk di tengah musim kering dan kebakaran hutan serta lahan. Dampaknya mu..."
Admin Web Salamaid
Salam Tanggap