Publikasi

Pencarian Hari Ini Ditutup, Tim SAR Temukan 9 Korban di Desa Pasirlangu
27 Jan
16

Pencarian Hari Ini Ditutup, Tim SAR Temukan 9 Korban di Desa Pasirlangu

Bandung Barat, Senin (26 Januari 2026) — Tim SAR gabungan resmi mengakhiri operasi pencarian korban bencana di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin sore (26/1). Penutupan sementara dilakukan setelah seluruh rangkaian pencarian hari ini selesai dilaksanakan sesuai dengan prosedur keselamatan.

Koordinator Tim SAR menyampaikan bahwa hingga hari ini, total sembilan (9) korban berhasil ditemukan di area terdampak. Proses pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, relawan, serta unsur masyarakat setempat.

Operasi pencarian menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, mulai dari kondisi tanah yang labil, cuaca yang berubah-ubah, hingga medan yang cukup sulit dijangkau. Meski demikian, seluruh personel tetap bekerja secara maksimal dengan mengedepankan aspek keselamatan dan koordinasi lintas sektor.

“Alhamdulillah, pencarian hari ini dapat diselesaikan dengan baik. Seluruh tim akan melanjutkan kembali operasi pencarian pada esok hari dengan strategi dan pembagian sektor yang telah dievaluasi,” ujar salah satu perwakilan Tim SAR di lokasi kejadian.

Sementara itu, seluruh korban yang ditemukan telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak berwenang untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Tim medis dan psikososial juga disiagakan untuk mendampingi keluarga korban serta warga terdampak di sekitar lokasi.

Operasi pencarian dan pertolongan dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Selasa (27 Januari 2026) dengan fokus pada area-area yang masih berpotensi terdapat korban. Tim SAR gabungan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.

Upaya pencarian ini merupakan bentuk komitmen kemanusiaan dan solidaritas seluruh unsur yang terlibat dalam merespons bencana, dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan dan penanganan pascabencana dapat berjalan optimal.