18 Agustus 2026

Teror Gempa Susulan Tiap 10 Menit, 8.100 Penyintas di Flores Bertahan di Bawah Tenda Darurat

Admin Web Salamaid , Salam Tanggap
Teror Gempa Susulan Tiap 10 Menit, 8.100 Penyintas di Flores Bertahan di Bawah Tenda Darurat

NewsAid FLORES, NTT — Guncangan gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang melanda kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan trauma mendalam bagi warga. Di Kecamatan Reo, Flores, dilaporkan lebih dari 8.100 jiwa terpaksa mengungsi dan mendirikan tenda-tenda darurat di area Lapangan Barang Kolong demi menghindari reruntuhan bangunan.

Kondisi psikologis warga semakin tertekan menyusul rentetan gempa susulan yang terus terjadi. Warga menggambarkan situasi di mana tanah seakan tidak berhenti bergetar.

"Alhamdulillah tim Salam Tanggap sudah berada di Kecamatan Reo, tepatnya di Lapangan Barang Kolong. Di sini ada sekitar 8.100 jiwa yang mengungsi," lapor Wahyu, personel Tim Salam Tanggap dari lembaga kemanusiaan SalamAid, langsung dari lokasi bencana.

Wahyu menambahkan bahwa ancaman bahaya belum sepenuhnya berlalu. "Gempa susulan masih terjadi setiap per 10 menit sekali," tegasnya, menjelaskan alasan utama warga enggan kembali ke rumah masing-masing.

Kondisi Pengungsian Memprihatinkan

Berdasarkan pantauan visual di lapangan, fasilitas pengungsian masih jauh dari kata ideal. Warga membangun bivak dan tenda seadanya menggunakan terpal plastik biru dan jingga.

Saat malam tiba, ancaman udara dingin dan penyakit mengintai. Puluhan penyintas—yang mayoritas terdiri dari kelompok rentan seperti ibu, anak-anak balita, dan lansia—harus beristirahat saling berdesakan. Mereka hanya beralaskan tikar, karpet, atau kasur lantai tipis, dinaungi atap terpal dengan pencahayaan lampu darurat seadanya.

Merespons krisis kemanusiaan ini, tim relawan SalamAid langsung turun tangan untuk memberikan pendampingan psikososial guna meredam kepanikan warga. Sebagai langkah penanganan darurat awal, tim juga telah mendistribusikan makanan ringan siap santap untuk memenuhi asupan kalori instan bagi anak-anak dan ibu-ibu, mengingat rusaknya akses logistik serta lumpuhnya aktivitas memasak warga.

Krisis Logistik dan Kebutuhan Bayi

Memasuki fase tanggap darurat lanjutan, stok kebutuhan dasar bagi lebih dari delapan ribu jiwa ini mulai menipis. Tim SalamAid telah memetakan sejumlah kebutuhan mendesak yang harus segera disalurkan ke posko-posko pengungsian di Flores.

Bantuan logistik pangan seperti beras, sembako, dan pasokan air mineral menjadi prioritas utama untuk mencegah krisis kelaparan dan dehidrasi. Di samping itu, ketersediaan perlengkapan balita (popok/pampers dan susu bayi) sangat dibutuhkan demi menjaga kesehatan anak-anak yang rentan terserang penyakit di area terbuka. Warga juga sangat membutuhkan selimut dan obat-obatan.

Untuk memperluas skala jangkauan distribusi bantuan, SalamAid membuka saluran kepedulian publik. Masyarakat yang ingin meringankan beban para penyintas gempa Flores dapat menyalurkan donasi melalui:

  • BCA: 8410875111 (a.n. Yay SalamAid Nusantara)

  • BSI: 8997778900 (a.n. SalamAid Nusantara)

Informasi lebih lanjut terkait pembaruan kondisi lapangan dan donasi dapat diakses melalui layanan darurat SalamAid di WhatsApp 0811-1439-193 atau situs resmi www.salamaid.or.id.

"NewsAid FLORES, NTT — Guncangan gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang melanda kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) meny..."
Admin Web Salamaid
Salam Tanggap