News Aid — MANGGARAI — Kegiatan belajar terus dihadirkan bagi anak-anak melalui program Sekolah Alam Darurat (SAD) Bazma x SalamAid di Desa Salama, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Pada 26–31 Oktober 2026, kegiatan edukasi ini menjangkau 227 siswa MTs An Najah Ponpes Pancasila dan 50 anak Kampung Batok.
Sembilan relawan, yakni Rahma, Bila, Fauzi, Rifai, Zikri, Ayyub, Riza, Nasrudin, dan Ani, terlibat dalam pendampingan. Melalui permainan, proyek, diskusi pembuka, dan presentasi, anak-anak mendapatkan kesempatan belajar dengan beragam cara yang mendorong keterlibatan mereka.
Materi pembelajaran mencakup mitigasi bencana, pengenalan konsep bangunan tahan guncangan, serta pengelompokan bencana berdasarkan kemungkinan prediksinya. Pengetahuan tersebut dikenalkan melalui kegiatan yang dekat dengan pengalaman anak, termasuk membuat maket secara berkelompok.
“Seru karena bisa belajar sambil main game, kita juga melatih kerja sama dengan teman saat membuat maket bangunan tahan guncangan,” ujar Naura, siswi MTs An Najah Ponpes Pancasila.
Melalui pendampingan ini, SAD Bazma x SalamAid berupaya menjaga keberlanjutan pendidikan di wilayah terdampak bencana. Kegiatan belajar menjadi ruang bagi anak untuk mengembangkan pengetahuan, membangun kebersamaan, dan tetap menumbuhkan semangat meraih masa depan.
"News Aid — MANGGARAI — Kegiatan belajar terus dihadirkan bagi anak-anak melalui program Sekolah Alam Darurat (SAD) Bazma..."