20 Oktober 2026

Rumah Roboh akibat Gempa Flores, Nur Aini Berharap Bisa Keluar dari Tenda Pengungsian

Admin Web Salamaid , Salam Tanggap
Rumah Roboh akibat Gempa Flores, Nur Aini Berharap Bisa Keluar dari Tenda Pengungsian

NewsAid — NUSA TENGGARA TIMUR. Nur Aini (45) berharap keluarganya segera memiliki tempat tinggal sementara yang lebih layak setelah gempa Flores merobohkan rumah mereka. Bersama suaminya, Yusuf Adi Ratwan (55), ia menjalani keseharian di tenda pengungsian yang terasa panas pada siang hari dan dingin ketika malam.

Dalam rekaman wawancara, Nur Aini menceritakan kembali saat gempa mengguncang tempat tinggalnya. Ketika itu, ia masih berada di dalam kamar, sementara suaminya sudah bangun.

Menurut penuturannya, guncangan yang awalnya terasa pelan kemudian semakin kuat. Suaminya bergegas keluar sambil menyerukan agar anggota keluarga segera meninggalkan rumah. Mereka akhirnya berhasil keluar.

Namun, setelah menyelamatkan diri, keluarga itu harus menghadapi kenyataan bahwa rumah beserta barang-barang di dalamnya telah rusak.

“Pokoknya semua barang-barang yang ada di dalam tuh nggak ada yang sisa,” tutur Nur Aini.

dinding rumah yang roboh, tumpukan material bangunan, serta bagian rumah yang masih berdiri dengan kerusakan. Di sekitar bangunan tersebut, keluarga Nur Aini menjalankan aktivitas sehari-hari dengan perlindungan tenda dan terpal.
Uploaded Image

Bertahan di Tengah Panas dan Dingin

Kehidupan di pengungsian membawa kesulitan tersendiri. Nur Aini mengaku keluarganya sulit beristirahat dengan nyaman karena kondisi suhu di dalam tenda.

“Dingin sekali di tenda tuh. Siangnya panas,” ujarnya.

Ia juga menyebut anggota keluarganya mengalami keluhan yang ia sebut sebagai flu selama tinggal di pengungsian.

Meski sebagian bangunan rumah masih berdiri, Nur Aini mengatakan keluarganya tidak berani menggunakannya untuk berteduh. Kekhawatiran terhadap gempa susulan membuat mereka memilih tetap berada di tenda.

Uploaded Image

Keadaan tersebut membatasi pilihan keluarga untuk memperoleh tempat beristirahat. Rumah yang sebelumnya menjadi tempat berlindung belum dapat mereka gunakan kembali, sementara tenda menjadi tempat tinggal dengan segala keterbatasannya.

Mengharapkan Hunian Sementara yang Layak

Di tengah kondisi itu, Nur Aini menyampaikan kebutuhan yang paling diharapkan keluarganya: tempat tinggal sementara yang lebih layak.

“Keinginan kami ini hunian yang layak mungkin buat kami, untuk sementara ini,” katanya.

Bagi keluarga Nur Aini, hunian sementara berarti kesempatan untuk beristirahat dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik selama belum dapat kembali menempati rumah.

Kesaksiannya memperlihatkan kebutuhan pemulihan yang tetap berlangsung setelah guncangan berlalu. Kehilangan rumah membuat keluarga harus menghadapi persoalan tempat tinggal, kenyamanan beristirahat, dan kekhawatiran terhadap keselamatan secara bersamaan.

Nur Aini berharap bantuan hunian sementara dapat menjawab kebutuhan tersebut. Dari tenda pengungsian, ia menantikan kesempatan bagi keluarganya untuk kembali memiliki tempat berlindung yang lebih layak.

"NewsAid — NUSA TENGGARA TIMUR. Nur Aini (45) berharap keluarganya segera memiliki tempat tinggal sementara yang lebih la..."
Admin Web Salamaid
Salam Tanggap