NewsAid — REOK, NUSA TENGGARA TIMUR. Sekolah Alam Darurat SalamAid mulai beroperasi di Desa Batok, Kecamatan Reok, Nusa Tenggara Timur. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pendidikan sekaligus mendampingi pemulihan anak-anak pascagempa.
Melalui pendampingan guru relawan, anak-anak mengikuti kegiatan belajar, eksplorasi lingkungan, permainan, serta pembelajaran agama. Pendidikan kebencanaan turut dimasukkan agar mereka memperoleh pengetahuan tentang lingkungan dan cara menghadapi risiko bencana.
Guru relawan SalamAid, Annisa Rahmawati, yang akrab disapa Rahma, menjelaskan bahwa materi disusun secara bertahap, mulai dari pengenalan potensi desa hingga pendampingan pascabencana.
“Adapun materinya meliputi empat tahapan,” jelas Rahma.
Tahap awal dilakukan melalui asesmen dan pemetaan lingkungan sekitar. Anak-anak diajak mengenali potensi alam, masyarakat, serta pengetahuan lokal yang ada di desa mereka.
“Pertama, assessment berupa pemetaan wilayah sekitar untuk mengenal SDA, SDM, dan kearifan lokal desa,” ujar Rahma.
Menurutnya, tahap kedua mencakup materi prabencana, yakni pengenalan potensi bahaya di Indonesia dan Pulau Flores, NTT, serta mitigasi bencana. Tahap ketiga membahas sikap dan tindakan saat terjadi bencana.
“Keempat, pascabencana berupa trauma healing dan psikososial,” lanjutnya.
Materi tersebut disampaikan melalui metode yang bervariasi. Sesi pembuka atau open mind digunakan untuk pengantar materi, kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi agar anak-anak dapat belajar melalui pengamatan langsung terhadap lingkungan.
Kegiatan proyek menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas dan melatih motorik halus. Sementara itu, permainan luar ruang atau outbound digunakan untuk melatih motorik kasar sekaligus membangun interaksi antaranak.
Pembelajaran berlangsung pukul 16.00–17.30 WITA. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib berjemaah dan mengaji pada pukul 18.00–19.00 WITA.
Selain membaca Iqra dan Al-Qur’an, anak-anak mendapat materi adab, sirah nabawiyah, serta hafalan surah. Di lokasi, mereka terlihat antusias mengikuti kegiatan bersama guru relawan.
Kehadiran Sekolah Alam Darurat di Batok menjadi bagian dari komitmen SalamAid dalam mendukung pendidikan di wilayah terdampak bencana. Melalui pembelajaran dan pendampingan yang berkelanjutan, sekolah ini diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali belajar, bermain, dan membangun rutinitas selama masa pemulihan.
"NewsAid — REOK, NUSA TENGGARA TIMUR. Sekolah Alam Darurat SalamAid mulai beroperasi di Desa Batok, Kecamatan Reok, Nusa..."